Pebisnis Muda Ikan Salmon dari Norwegia

Sukses di usia muda sudah pasti hal tersebut menjadi impian semua orang yang ada di dunia. Namun, kesuksesan tidaklah bisa diraih dengan cara yang mudah dan cepat. Berbagai tetesan peluh dan juga air mata, bahkan darah juga menjadi taruhannya. Tetapi kisah hidup dari miliarder muda seperti Gustav Magnar bisa dijadikan sebagai inspirasi banyak orang untuk menjadi orang yang sukses dan juga ia menjadi orang yang memotivasi dalam mencapai kesuksesan yang amat cemerlang.

Siapa itu Gustav Magner ?

Nama Gustav Magnar Witzoe telah menjadi perbincangan hangat sejak tahun 2013 silam. Pria kelahiran Froya, 28 tahun silam ini dikenal sebagai salah seorang miliarder asal Norwegia. Kekayaan itu diwariskan oleh sang ayah, Gustav Witzoe, pemilik perusahaan ikan salmon terbesar di Norwegia bernama SalMa. Saat ini, perusahaan telah memiliki budi daya ikan salmon di pantai lepas untuk pertama kalinya di dunia. Ia pun dinobatkan sebagai miliarder muda terkaya ke-3 di dunia dengan total kekayaan sekitar USD 2,7 miliar atau setara Rp 38,14 triliun (kurs Rp 14.127 per dolar AS kurs akan selalu berubah setiap harinya). Dia memang terlahir dari orang kaya atau istilahnya kaya sejak kecil. Meskipun kaya raya, Gustav dikenal bukanlah orang yang sombong.

Penasaran seperti apa keseharian dan gaya hidup Gustav? Atau ingin meniru gayanya untuk meraih sukses?

Investor Muda di Perusahaan Startup dan Real Estate

Di usianya yang terbilang muda, Gustav tidak semata-mata mengandalkan kekayaan rintisan orang tuanya. Menurut situs Business Insider, Gustav juga ingin merintis perusahaan yang dia bangun sendiri dari hasil kerja kerasnya.

Hal itu dibuktikan dari penanaman saham di perusahaan startup bidang teknologi dan real estate, seperti Snapchat dan Airbnb. Di balik kesibukannya menjadi pengusaha, ia tidak lupa untuk menjalin relasi yang baik dengan sesama pengusaha lainnya. Buktinya bisa dilihat sendiri dari foto unggahan Gustav di Instagram.

Bukan Anak yang Suka Dimanja Orangtua

Gustav sudah menanggung tanggung jawab besar ketika dirinya berusia 19 tahun, saat sang ayah mewariskan perusahaan SalMar. Meskipun demikian, Gustav tidak mau menjadi anak yang manja dan hanya mengandalkan kekayaan orang tua saja.

Dirinya kerap harus menghadiri meeting di sana-sini demi perkembangan bisnis ikan salmon sang ayah. Hasil jerih payah dari bisnis digunakan untuk hal-hal yang positif, seperti bermain golf, menghadiri pameran fesyen, ataupun makan malam bersama keluarganya.

Masih Muda dan Kaya Raya

Pria asal kelahiran Norwegia ini sangat memperdulikan fashion dan penampilannya. Bak artis dan model, kehidupan glamor dan ekstravaganza ditunjukkannya melalui foto di berbagai akun media sosial miliknya, salah satunya di akun Instagram. Gustav Magnar Witzoe bisa menjadi seorang bilioner muda dikarenakan bisnis salmon dari Pulau Froya (dekat Trondheim) yang diwariskan dari orang tuanya, Gustav Witzoe, dengan kepemilikan saham sebesar 53 persen di perusahaan yang bergerak di bidang perikanan tersebut. Ketenarannya dengan jumlah kekayaan yang sedemikian besar mampu menggeser nama bilioner lainnya yang juga berasal dari Norwegia, Trond Mohn dan Kiell Inge Rokke yang merupakan juragan kapal.

Perusahaan di mana ia memiliki saham di dalamnya adalah perusahaan budidaya ikan salmon terbesar di Norwegia, yakni SalMar. Sebagai seorang yang sukses dengan bergelimangan harta, Gustav Magnar Witzoe memiliki hobi jalan-jalan alias travelling ke berbagai negara. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa Gustav Magnar Witzoe sangat suka dengan dunia fashion. tidak heran jika ia sangat senang berdandan dan terlihat oke dengan berbagai tato yang ia tunjukkan juga di beberapa bagian tubuhnya. Selain hobinya yang menjadi idaman para wanita itu, ia juga senang bermain golf untuk mengisi waktunya. Baru-baru ini dikabarkan bahwa ia telah berinvestasi dalam sebuah aplikasi penantang Snapchat di Norwegia bernama Gobian.

Meneruskan Usaha Sang Ayah

Gustav Magnar Witzoe mengaku bahwa ia sebetulnya tidak dilahirkan dalam keadaan bergelimang harta seperti saat ini. Ia memberanikan diri untuk bercerita kepada publik bahwa dulu keluarganya hanya orang biasa. Ayahnya, Gustav Witzoe adalah seorang yang bekerja sebagai mekanik dan tidak memiliki banyak uang. Bisa dikatakan bahwa kondisi finansial mereka termasuk golongan menengah ke bawah. Namun, keluarganya berjuang keras untuk bisa naik menaikkan taraf hidup mereka sehingga mampu dikenal dunia menjadi seperti saat ini.

Ia mengungkapkan bahwa perjuangan keluarga hingga pada titik keberhasilan saat ini tidaklah mudah karena mereka memulainya dari titik paling bawah. Mengenai kehidupan pribadinya sendiri, ia tidak banyak mengungkapkan pada media dan mempublikasikannya. Ia hanya mau berbicara mengenai bisnis yang ia kembangkan di perusahaan di mana ia memiliki saham terbesar. Sebagai perusahaan yang baru berdiri tahun 1991, perusahaan yang bergerak di bisnis budidaya ikan salmon ini cenderung memiliki perkembangan dan peningkatan yang cepat. Perusahaannya mampu membuat namanya menjadi perusahaan produsen salmon terbesar dan paling menguntungkan di Norwegia. Karena keterlibatannya dalam bisnis di Perusahaan SalMar semenjak ia duduk di bangku SMA, Gustav Magnar Witzoe sudah sangat mengerti alur kerja di perusahaan yang didirikan oleh ayahnya tersebut. Menjadi seorang bilioner muda, tidak lantas membuatnya berleha-leha dan berpangku tangan dengan keberhasilan dari perusahaan yang didirikan oleh ayahnya tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa ia merasakan beban berat yang berpindah ke tangannya dan ia memiliki tanggung jawab yang besar di dalamnya. Banyak pandangan positif dan negatif terhadap dirinya dan sangat mempengaruhi kehidupan sang pemuda bilioner tersebut.

Gustav Menjaga Warisan Keluarga

Sebagai seorang pemuda yang mendapatkan warisan keluarga di usia belia, yakni 19 tahun, Gustav Magnar Witzoe, ia memiliki tanggung jawab besar dengan kepercayaan yang diberikan oleh ayahnya tersebut. Dengan berkembangnya bisnis dari perusahaan ikan salmon yang ia jalankan, kekayaan Gustav Magnar Witzoe kian bertambah dan menjadi semakin kaya. tidak seperti anak orang kaya pada umumnya, ia tidak dibesarkan untuk menjadi seorang anak yang manja karena sang ayah ingin agar ia bisa meneruskan bisnis dan menjaga warisan yang diturunkan kepadanya.

Walaupun demikian, ia tetap menikmati berbagai kenikmatan dari kekayaan yang diwariskan oleh sang ayah dengan hobi fashion dan golf yang ia sukai, mengendarai mobil mewah, dan mengunjungi berbagai destinasi wisata liburan yang menyenangkan. Ia tidak suka membeberkan kehidupannya pada publik sehingga para penggemarnya hanya bisa mengintip sedikit dari kehidupan pribadinya lewat unggahan foto yang ada di akun Instagram milikinya. Sebelum memutuskan pemberian warisan tersebut, sang ayah beserta seluruh anggota keluarga Witzoe melakukan diskusi yang sangat panjang hingga akhirnya diputuskan bahwa Gustav Magnar Witzoe yang layak mendapatkanya. Setelah mewarisi sebagian besar saham perusahaan ayahnya, Gustav Magnar Witzoe mulai aktif dalam setiap pertemuan rapat perusahaan yang diadakan bersama Board of Director (BoD) SalMar. 

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa