Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses dari Nol

Setiap persepsi orang berbeda-beda mengenai para pebisnis sangatlah kontras dengan kenyataan hidup. Masih banyak orang yang mengira bahwa pengusaha adalah sebuah jalur karir yang sangatlah gampang dijalani dan gampang di capai oleh semua kalangan. Padahal sisi lain yang mereka lihat adalah entrepreneur ini hanyalah dari sudut pandang kesuksesan seseorang. Sedikit yang paham bahwa perjalanan yang ditempuh oleh para pebisnis sangatlah berat. Ada banyak dari mereka yang bahkan harus memulai bisnisnya dari nol. Berikut ini adalah kisah inspiratif sukses dari pengusaha yang memulai bisnisnya dari nol. Berikut diantaranya.

Ciputra 

Pengusaha yang bernama Tjie Tjin Hoan tidak datang dari keluarga yang bergelimang harta. Pada saat ia berumur 12 tahun, ayahnya dipenjara oleh anggota gerakan anti-Jepang yang mengira bahwa ia adalah bagian dari penjajah. Naasnya, ayahnya juga meninggal pada saat dipenjara. Dengan situasi ini, Ciputra harus membantu ibunya untuk mengurus ternak yang dimiliki mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi kehidupan yang kurang menguntungkan Daftar Sbobet ini tidak membuat Ciputra patah semangat untuk mengejar cita-cita. Ia bisa menyelesaikan pendidikan tingginya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jurusan Arsitektur. 

Setelah lulus, ia bersama beberapa rekannya mendirikan bisnis yang bernama PT. Daya Cipta yang bergerak dalam dunia architect consultation. Ciputra bersama dengan rekannya pindah ke Jakarta dengan harapan mendapatkan proyek pemerintah Jakarta yang besar. Usaha yang keras membawa Ciputra kepada kesuksesan. Pemerintah DKI Jakarta akhirnya mempercayai jasanya untuk menjalankan beberapa proyek seperti pembangunan pusat perbelanjaan, bahkan proyek besar seperti pembangunan Taman Impian Jaya Ancol dan kota mandiri Bintaro Jaya.

Jeff Bezos

Jeff Bezos adalah pria asal New Mexico yang juga telah memulai tren e-commerce dengan inovasi luar biasanya. Sejak masa kecilnya, pria lulusan Universitas Princeton ini sudah mulai tertarik dengan dunia teknologi dan elektro. Untuk memperdalam pengetahuannya, ia pun mengambil jurusan teknik elektro di salah satu Universitas ternama di dunia. Pada saat ia lulus, Jeff menerima penghargaan cum laude dengan penghargaan prestasi Phi Beta Kappa serta Tau Beta Pi. Namun dalam menjalani pendidikannya, pengusaha ini tidak mengandalkan uang orang tuanya sendiri.

Pada saat kuliah, ia bekerja juga di McDonald sebagai staff bagian dapur untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Dengan pekerjaan ini, Jeff sudah mulai mengetahui mengenai demand dari para pelanggan yang akhirnya diaplikasikan dalam bisnis yang ia mulai pada tahun 1995 yaitu Amazon. Dengan bermodalkan uang tabungan dari karirnya yang dulu beserta dengan bantuan ibu dan tekad yang kuat, ia pun memulai bisnis yang sekarang sudah bernilai lebih dari 117 triliun Dolar AS.

Nadiem Makarim

Sosok pria yang satu ini adalah Founder dan CEO dari salah satu perusahaan transportasi online di Indonesia, Gojek. Perusahaan yang fokus untuk menyediakan para konsumennya dengan aplikasi ojek online (ojol) didirikan oleh Nadiem pada tahun 2010. Latar belakang yang dimiliki oleh lulusan magister Bisnis Administrasi di Universitas Harvard ini juga sangat mulia. Nadiem ingin memperbaiki sistem transportasi di Indonesia.

Awal mula dari usahanya pun tidak gampang. Dengan hanya memiliki 20 driver yang dapat menjalankan bisnis ojek ini, Nadiem berusaha untuk menjalankan bisnis ini. Alhasil, dengan ketekunan dan kerja kerasnya, sekarang Gojek adalah salah satu perangkat lunak penyedia transportasi yang selalu digunakan oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, Nadiem mengembangkan layanan yang disediakan Gojek agar lebih diverse seperti GoFood, GoPay, GoPlay, dan lainnya. Bahkan, pengusaha berusia 35 tahun ini sekarang bisa membuat Gojek sebagai bisnis unicorn pertama di Indonesia.

Chairul Tanjung

Chairul Tanjung adalah seorang pengusaha besar di Indonesia yang telah sukses membangun CT Corp, Holding Company yang membawahi beberapa perusahaan ternama seperti Trans TV. Bisnis yang dirintis oleh sosok yang lahir pada 16 Juni 1962 ini sudah sangat berhasil. Total kekayaan darinya adalah 4.9 miliar Dolar AS. Dibalik kesuksesan ini, ada sebuah perjuangan yang dilakukan oleh konglomerat kelahiran Jakarta ini. Setelah lulus dari kuliah, Chairul sadar bahwa dunia kedokteran bukanlah karir yang ingin dia jalani, dan dia lebih memilih untuk menjalani bisnis yang lebih besar lagi.

Ia pun sempat mencoba untuk membuka dua usaha, yaitu bisnis kontraktor dan bisnis pabrik sepatu. Sayangnya, kedua usaha tersebut gagal di tengah jalan. Namun, ini tidak menghentikan semangat Chairul untuk menjadi seorang pebisnis. Akhirnya, pada tahun 1987 ia memulai usaha konglomerasinya yang dinamai Para Group. Setelah itu, kesuksesan pun datang secara perlahan namun pasti. Pada tahun 2011, Para Group berubah nama menjadi CT Group. Setelah perjuangan yang cukup panjang dan kegagalan yang meraup banyak kerugian, tekad dari Chairul Tanjung untuk selalu berusaha untuk menjadi seorang pebisnis membentuknya untuk menjadi pengusaha yang sukses.

Kevin Plank

Kevin Plank adalah penemu dari bisnis pakaian olahraga Under Armour. Awal dari ide bisnis ini datang pada saat ia berpartisipasi dalam lomba football, di mana ia merasa bahwa ada alternatif yang lain yang bisa dipakai pada saat berolahraga. Dalam memulai usahanya, ia harus mengeluarkan semua tabungannya dan harus berhutang sebesar 40.000 dolar AS untuk memulai bisnisnya. Pada saat ia mengawali bisnisnya di tahun 1996, ia hanya mendapatkan untung sebesar 17,00 Dolar AS. 

Keuntungan ini tidak dapat menutupi uang modal yang telah ia keluarkan. Namun, pada tahun 1997 Plank dapat menjual pakaian-pakaian olahraga yang diproduksinya kepada tim-tim football di NFL. Setelah itu, Plank sudah berhasil menjual milyaran potong dari baju olahraga Under Armour. Sekarang Kevin Plank telah berhasil membuka lebih dari 2,500 toko di seluruh dunia dan memiliki nilai net sebesar 2.1 miliar Dolar AS.

Michael Dell

Pengusaha yang satu ini adalah founder dari perusahaan komputer yang bernama Dell. Pasti kalian sudah cukup familiar nama brand yang satu ini, bukan? Michael tidak memiliki awal bisnis yang mewah. Sebelum menjadi pebisnis yang sukses, pria yang berumur 54 tahun ini hanyalah seorang pencuci piring di rumah makan yang menyediakan chinese food. Setelah menjadi seorang pencuci piring, ia pun menjalani pekerjaan sebagai penyaring data pelanggan baru di koran Houston Post. Namun, Michael sangat ingin untuk membuka bisnis komputer karena dia sangat suka dengan dunia teknologi.

Dengan tekad yang kuat, akhirnya dia bekerja keras untuk mencari dana awal bagi rencana bisnis yang dia ingin jalankan. setelah terkumpulkan uangnya, akhirnya dia membeli beberapa sistem komputer yang ia butuhkan untuk membuat model pertama dari komputernya. Selain permasalah uang, Michael dihadapi dengan keinginan kedua orangtuanya yang menginginkan dia menjadi ahli obat-obatan. Dengan penjelasan yang baik, akhirnya orangtua Michael setuju dengan pilihan karirnya. Lihatlah sekarang, usaha yang ia mulai sudah memiliki total net worth senilai 35 miliar Dolar AS.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa