Kisah Kehidupan dari Orang Terkaya di Dunia

Kalau kalian melihat orang yang paling terkaya di dunia ini, rasanya pasti kalian ingin memiliki kehidupan seperti mereka bukan. Memiliki banyak uang, harta yang sangat berlimpah, dan jika kalian mau sesuatu kalian tinggal beli saja tanpa memikirkan punya uang atau tidak. Tapi tahukah kalian kalau tidak semua orang terkaya di dunia ini memang sudah terlahir kaya sejak mereka lahir? 

Ada orang terkaya di dunia juga pernah menjalankan kehidupan yang sulit. Bahkan ada beberapa di antara mereka yang pernah merasakan jatuh bangun menjalankan kehidupan yang kejam ini. Namun karena tetap bekerja keras, dan tidak pernah menyerah, pada akhirnya mereka bisa memperoleh kesuksesan. Inilah bukti kalau sukses itu butuh proses, usaha dan kerja keras. Kalau ingin sukses, kalian bisa belajar dari kisah hidup orang terkaya di dunia ini. Berikut diantaranya.

Roman Abramovich

Para penggemar Chelsea pasti sudah tidak asing lagi sama Roman Abramovich. Dia adalah pemilik klub sepak bola tersebut. Roman Abramovich lahir pada tanggal 24 Oktober 1966 di Saratov, Rusia. Ibunya, Irina Ostrowski Abramovich, meninggal saat Roman masih berusia 2 tahun. Ayahnya meninggal dalam kecelakaan di konstruksi, dua tahun setelah ibunya meninggal. Sejak saat itu, dia diasuh oleh kakek neneknya di Lithuania. Karena terlahir dari keluarga yang biasa saja, Roman Abramovich tidak mempunyai banyak uang. Dia memulai usaha dengan menjual bebek plastik dari apartemen kecilnya di Moskow. Orang-orang yang mengenalnya mengatakan kalau dia adalah seorang pekerja keras, dan tekun.

Bisnisnya makin meroket, dia memanfaatkan kondisi investasi pada waktu itu. Tahun 1992 hingga 1995, dia memusatkan perhatian pada trading minyak. Kemudian pada tahun 1995, dia bermitra dengan Boris Berezovsky dalam pembelian saham pengendali perusahaan raksasa minyak Sibnest senilai US$ 100 juta. Pada tahun 2005 Roman Abramovich mendapat untung besar, Ia menjual 73 persen saham di Sibnest kepada perusahaan gas raksasa Gazprom senilai US$13 miliar. Pada tahun 1999, Roman Abramovich membantu anak-anak dan mendirikan yayasan amal untuk membantu rakyat Okrug. Di tahun 2000, dia terpilih menjadi Gubernur di wilayah ini dan menginvestasikan uang untuk membangun pendidikan, rumah sakit, serta perguruan tinggi.

Karena dianggap berjasa dalam membuka kesempatan kerja, mendorong pertumbuhan dan akses pendidikan bagi penduduk setempat, di tahun 2005 dia terpilih kembali sebagai Gubernur untuk periode selanjutnya. Nama Roman Abramovich semakin bersinar ketika pada tahun 2003 menjadi pemilik utama klub sepak bola inggris, Chelsea. Ia menanamkan modal 440 juta Euro untuk menjadi pemilik utama Chelsea.

Li Ka Shing

Li Ka Shing lahir pada tanggal 29 Juli 1928 di Chaozhou, China. Walaupun saat ini dia menjadi orang terkaya nomor 1 di Cina, namun dia bukanlah berasal dari keluarga yang kaya. Dia tidak pernah mengenyam pendidikan yang tinggi. Bahkan pada umur 12 tahun, ia harus berhenti sekolah karena keluarganya tidak mampu membiayai uang sekolahnya. Pada usia 15 tahun, ayahnya meninggal dunia karena penyakit TBC. Sejak saat itu Li Ka Shing harus menjadi tulang punggung keluarga.

Di usia 16 tahun, Li Ka Shing kemudian mencoba bekerja di sebuah pabrik perdagangan plastik. Di sana dia bekerja selama 16 jam sehari. Gajinya sebagai karyawan plastik sebagian besar dia berikan kepada ibunya. Beberapa tahun bekerja di pabrik plastik membuatnya banyak memiliki pengalaman, mengenai bagaimana mengolah plastik yang baik untuk diperdagangkan. Beberapa tahun kemudian dia nekat berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan plastik, dan mendirikan perusahaan sendiri bernama Cheung Kong Industries. Naluri bisnisnya yang bagus membuat perusahaannya berkembang cepat. Li Ka Shing mengerti bagaimana membuat sebuah plastik berkualitas bagus dengan harga murah, dan juga terjangkau.

Di tahun 1971 Li Ka Shing mulai merambah ke dunia real estate dengan mendirikan perusahaan bernama Cheung Kong, yang kemudian juga berkembang pesat. Delapan tahun kemudian Li Ka Shing mengakuisisi perusahaan Hutchison Whampoa Limited dari HSBC. Proses akuisisi tersebut kemudian menjadikan Li Ka Shing menjadi konglomerat baru di Hongkong. Kekayaan Li Ka Shing semakin bertambah berkat anak perusahaan Hutchison Whampoa, yaitu AS Watson Group yang bergerak di bidang ritel dan memiliki 7800 toko yang tersebar di seluruh dunia, serta beberapa merek ritelnya sudah sangat terkenal di berbagai negara.

Saat dia menjual kepemilikan Hutchison Whampoa kepada Orange Mannesmann Group, dia mendapatkan keuntungan sebesar $ 15,2 miliar. Dia juga berhasil mendapatkan keuntungan $ 11 miliar dari penjualan sebagian aset Hutchison Telecommunication kepada Vodafone. Menurut Forbes pada tahun 2015, harta Li Ka Shing mencapai $26,6 miliar. Forbes juga memasukkan nama Li Ka Shing dalam daftar 10 orang terkaya di dunia pada tahun 2012, dan hingga saat ini dia juga dikenal sebagai orang terkaya di China.

Colonel Harland Sanders

kalian pasti sudah tidak asing dengan wajah Colonel Harland Sanders ini, kan? Iya, wajahnya menjadi logo dari KFC (Kentucky Fried Chicken). Colonel Sanders ini adalah pendiri dari KFC, waralaba ayam goreng yang punya cabang hampir di seluruh penjuru dunia. Walaupun dikenal sebagai pendiri KFC, namun rupanya Colonel Sanders ini terlahir dari keluarga miskin. Dilahirkan pada tanggal 9 September 1890 di Indiana, Amerika Serikat. Colonel Sanders mulai bekerja sejak umur 10 tahun, dengan gaji $ 2 sebulan. Di usia 13 tahun, dia bekerja menjadi tukang cat kereta kuda, dan di usia 14 tahun dia pindah ke Indiana selatan serta mulai bekerja di peternakan. Pada usia 16 tahun Colonel Sanders memalsukan tanggal lahirnya dan mulai masuk menjadi tentara, kemudian ditugaskan ke Kuba.

Setelah pensiun dari tentara, Colonel Sanders berganti-ganti pekerjaan demi untuk menyambung hidup. Di usia 65 tahun, Colonel Sanders mulai menawarkan resep ayam goreng buatannya ke restoran-restoran di Amerika, dan mereka menertawakan serta menolaknya. Dia berjuang selama 2 tahun menjelajahi Amerika dengan mobil tuanya. Tidur di mobil, dan bangun di pagi hari dalam kondisi siap untuk menawarkan resepnya pada restoran baru. Ia mengalami ratusan kali penolakan. Baru pada tahun 1952, Pete Harman dari South Lake Utah mencoba membangun waralaba Kentucky Fried Chicken untuk pertama kalinya.

Saat Colonel Sanders berusia 75 tahun, KFC berhasil menjadi restoran dengan pertumbuhan cabang yang sangat banyak. KFC juga ditawar oleh seorang pengusaha seharga US$ 2 juta. Banyak hal yang bisa kita ambil dari kisah hidup Colonel Sanders. Dia bukanlah orang yang terlahir kaya, dan dibesarkan oleh ibu kandung tunggal. Bahkan Colonel Sanders pun tidak tamat sekolah hingga tingkat SMA. Namun tentu dia meraih kesuksesan karena sifatnya yang pantang menyerah, dan pekerja keras.

Itulah kisah hidup dari beberapa orang terkaya di dunia. Sama seperti orang lain, mereka juga bukan terlahir dari orang yang kaya. Mereka juga harus tetap berjuang untuk hidup hingga akhirnya mereka bisa seperti saat ini.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa